Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

Luka

Pada hari di mana sebagian orang, terutama ibu-ibu dan keluarga korban ‘Kanjuruhan Disaster’ masih merasakan duka. Pada waktu mulai banyak berseliweran di media sosial sebuah wacana-narasi, yang bagi beberapa orang tertentu dapat ditangkap makna; Aparat/Militer = Pembunuh! Tentu masih banyak media yang melintir narasi seoalah-olah penembakan gas air mata itu bukan kesalahan polisi, dan yang paling konyol menurut saya adalah ucapan Ketum PSSI, M. Iriawan ‘hadirin yang berbahagia’, mengutip dari Republika.com Iriawan mengucapkan itu saat gilirannya usai Kemenpora sambutan, tepat pada tanggal 2 Oktober 22, usai Kanjuruhan Disaster. Tolol! Jagad media kita semakin amburadul, tak terkontrol, ereksi-disrupsi esensi, bahkan, eksistensial pun tidak! Era ini, meminjam istilah Sabil dalam bukunya Googling Iman, era ini era Di-STOP-Ya. Saat aku berselancar dalam jagad sosial media, pasti ada hal-hal yang bersifat informatif-edukatif-inspiratif, tetapi kebanyakan hanya sampah, ejakulasi konten, ...