Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Bagian Haru: Menjadi Gagal Tidak Sepenuhnya Buruk

S ejak saat itu, semua menjadi kepedihan yang beruntut. Saya tidak menganggap ini adalah luka kompleks, akan tetapi dominasi perasaan kehilangan, kejatuhan dan kegagalan itu membuat jiwa saya ringkih dan raga tertatih-tatih. Saya tidak mengemis belas kasihan pada siapapun, kecuali Tuhan dan Orang Tua saya. Di tempat kerja saya melakoni diri sebagai laki-laki, yang ketika salah siap dicaci dan dihukum. Tetapi itu bukan apa-apa, bagi saya rerentetan kepedihan itu saat saya merasa ada yang lepas dari diri saya. Suatu hal yang tak bisa saya jelaskan tetapi saya mampu merasakannya, sukar untuk menyebutnya jiwa, ruh atau akal sehat. Ia lebih dari itu. Dan semenjak saat itu pula pikiran saya dibuka untuk melihat lebih leluasa, untuk mengelus batin supaya tak merengek, begitupun hati, mencegah akal saya memikirkan yang tidak-tidak. Sementara badan saya sedikit tersiksa, bisa dibilang saya kurang makan, karena pekerjaan saya 8 jam lebih maka, menurut saya makan 2x sehari itu sama sa...

Memulai Ulang "Bagian" Hidup Dari "Kesepian"

Pada Jumat, 6 Juni 2025 atau 10 Dzulhijjah 1446 H, dini hari takbir masih bergema, bersahutan. Dari satu toa dengan toa lain. Bahkan semisal listrik lenyap, gelombang takbir itu akan tetap bergema. Dan semestinya begitu. Kalau tidak, berarti kita telah lenyap. Kiranya menjalani hari dengan kesibukan lalu menyebutnya sebagai "rutinitas" adalah fase membosankan. Jujur, bila ada yang tidak bosan, kemungkinan ia sedang atau telah mencoba mengubah cara berpikir dan merespon keadaan dengan sudut pandang lain. Satu arah berbeda memungkinkan seseorang mendapat angel menarik. Bukan sesuatu yang "baru", karena sebenarnya ia telah ada sebelumnya, hanya belum ditemukan. Seperti fotografer yang memotret objek dari berbagai sudut pandang. Tujuannya adalah memilih mana yang paling bagus dari semua arah yang telah ditentukan. Alhasil foto tersebut menentukan otentikasinya sendiri. Hal sama berlaku bagi kehidupan. Lanskap kecilnya adalah hidup saya, kamu atau kalian sendiri. Bukanny...

Bagian Bingung

Foto roti itu saya ambil kemarin lusa (roti buatan Ce Jane). Usai kerja dan rehat di slowbar, sembari menemani Deo teman saya yang bertugas hari itu. Saya tidak memakannya, saya sudah kenyang. Sebentar kemudian saya pulang, maksud pulang di kehidupan saya sekarang adalah pergi meninggalkan tempat kerja menuju ke mes. Di kamar saya mengerjakan sedikit tugas saya. Ngantuk kemudian tidur.  Esok paginya saya bekerja. Mulai set up section, belanja, nyiapin prepare, kemudian kalibrasi. Saya ditemani Fandi, kami mengulik-ngulik biji ajaib ini. Iya, kami pakai bean Frinsa 60% dimix Bali Lemukih 40%. Yang kedua beans itu diroasting sendiri oleh bos kami Ko Manda! Bagaimanapun kami harus menemukan hasil espresso untuk dijadikan white sesuai selera bos kami.  Kemudian saya bekerja seperti biasanya. Membuat produk, istirahat, membuat produk lagi. Kebetulan cafe sedang sepi, saya dan teman tim bar bersih2 dan prepare seadanya. Saya pulang ontime, duduk dislowbar, diajari Fandi bikin cold d...