Charles Bukowski On Writing Banyak yang mengira menulis bukan jalan menjadi Hokage atau menjadi Ouka Shicibukai. Ya, memang bukan! Menulis bukan sebagai jalan, menulis ya menulis! Kalau pingin sampai tujuan ya lari atau naik bus saja, itu lebih mudah, daripada menulis. Begitulah kiranya, amanat yang mungkin kudapati dari membaca buku terjemahan Shira Media setebal 254 halaman. Diterjemahkan oleh Laila Qadria dengan cukup baik dan terbit pada tahun pandemi ini. Warbyasa!!! Buku ini, isinya hanya korespondensi Bukowski kepada kawan, lawan dan penerbit. Meski begitu, isi surat yang ditulis Bukowski menarik dan cukup menghibur. Didalam buku ini, alur surat-menyuratnya diurutkan berdasarkan waktu dengan begitu, meski hanya membaca isi suratnya saja, kita bisa merasakan perkembangan Bukowski meski tak banyak berbeda dari tahun ke tahun—seperti mabuk. Tak enak kiranya, memanggil-manggil dewa sastra tanpa memperkenalkannya terlebih dahulu. Okelah, ini dia, kita sambut sang dewa sastra ...