Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label resensi

AKU MABUK MAKA AKU MENULIS!

Charles Bukowski On Writing Banyak yang mengira menulis bukan jalan menjadi Hokage atau menjadi Ouka Shicibukai. Ya, memang bukan! Menulis bukan sebagai jalan, menulis ya menulis! Kalau pingin sampai tujuan ya lari atau naik bus saja, itu lebih mudah, daripada menulis. Begitulah kiranya, amanat yang mungkin kudapati dari membaca buku terjemahan Shira Media setebal 254 halaman. Diterjemahkan oleh Laila Qadria dengan cukup baik dan terbit pada tahun pandemi ini. Warbyasa!!! Buku ini, isinya hanya korespondensi Bukowski kepada kawan, lawan dan penerbit. Meski begitu, isi surat yang ditulis Bukowski menarik dan cukup menghibur. Didalam buku ini, alur surat-menyuratnya diurutkan berdasarkan waktu dengan begitu, meski hanya membaca isi suratnya saja, kita bisa merasakan perkembangan Bukowski meski tak banyak berbeda dari tahun ke tahun—seperti mabuk. Tak enak kiranya, memanggil-manggil dewa sastra tanpa memperkenalkannya terlebih dahulu. Okelah, ini dia, kita sambut sang dewa sastra ...

Resensi buku: Pelaut yang Ternoda karya Yukio Mishima

Hidup adalah kerinduan pada maut Laut lebih luas dari daratan. Itulah yang ku ketahui. Baik dari ukuran maupun isi nya. Di banding laut, daratan hanya membangun menara, gedung, dan menciptakan banyak sampah. Tapi aku hidup di daratan.  hehe Ingat laut, ingat juga lagu yang kalau tak salah bunyinya; "nenek moyangku seorang pelaut..." Pun juga mengingatkan kita kepada Kimitake Hiraoka, atau yang lebih kita kenal dengan nama Yukio Mishima, adalah Sastrawan kondang Jepang. Ia lahir abad ke-20, lebih tepatnya tahun 1925 pada bulan Januari tanggal 15 di Tokyo, Jepang. Tiga kali Mishima mendapatkan penghargaan Nobel lewat karya-karya epic nya. Dan salah satu novelnya yang telah rampung ku baca dalam judul aslinya Gogo no Eiko lalu diterjemahkan kedalam bahasa Inggris The Sailor Who Fell from Grace with the Sea yang artinya 'Pelaut yang berdosa dengan laut' tr. John Nathan. Tentunya judul itu di ambil dari tafsiran penerjemah. Tafsiran fase kedua, dari Gogo no Eiko yang di...