Lucu sih, ketika
ada yang menyatakan kalau aku adalah orang yang tak pernah memiliki beban. Lalu
kembali kutanyakan: Apa itu beban?
Banyak yang tak
menyadari bahwa hidup (manusia) adalah beban. Beban itu, hematku, adalah hidup
itu sendiri. Tak mungkin seseorang tak memiliki beban, jika hidup sendiri
adalah beban. Lalu berlebihan kah jika aku mengatakan bahwa hidup adalah beban?
Tidak! Lalu, jika hidup adalah beban, apa solusi untuk mengurangi beban itu?
Tidak! Kutegaskan ‘tidak’ karena memang tak perlu dikurangi. Alasanku hidup
karena aku memiliki banyak beban. Sangat keliru jika sseorang bunuh diri hanya
karena merasa hidupnya penuh beban. Beban ada untuk menghidupi semangat
pembebasan. Bukan agar terbebas dari beban, namun menyelesaikan.
Di sini aku
menggunakan kata ‘selesai’ karena tak ada kata yang mampu menandinginya.
Kebanyakan orang bilang berhasil pada momen pun posisi tertentu, namun belum tentu
selesai. Selama manusia bernafas artinya ia belum selesai; apapun itu.
Kembal ke beban.
Beban memiliki arti yang beragam, dari sesuatu yang berat, sesuatu yang dipikul,
sesuatu yang dipinggul, dll. Menurutku beban itu tak lain, dengan dan tanpa
adanya dorongan dari luar, sejauh makna beban; beban adalah sesuatu yang tanpa
dirasa, tanpa dipikir dan tanpa diangan-angan, namun hati berat nun payah.
Untuk itu perlu ada pikiran, perasaan, angan-angan dan harapan, bahwa, beban
mana yang seharusnya dipikul? Tersebut, adalah pilihan, maka setiap pilihan
akan menentukan arah hidup seseorang. Jika aku memilih Anarkisme sebagai jalan
untuk lebih mendekat-mendekap beban hingga ujungnya selesai, maka Anarkisme
adalah beban yang telah kupilih.
Setiap orang
memiliki beban masing-masing, karena setiap orang hidup. Seseorang yang mati
bukan tidak memiliki beban, ia telah meninggalkan beban yang terselesaikan.
Untuk seseorang
yang menyatakan bahwa aku tak memiliki beban atau bertanya apakah aku seperti
halnya manusia yang memiliki beban? Ku jawab, hidupku adalah beban dan aku
harus menyelesaikan bukan memikul, karena sampai kapan pun jika beban itu tetap
dipikul ia tak akan pernah selesai. Memang manusia memikul beban, namun tak
seharusnya ia memikul terus, yang terpenting adalah menyelesaikannya.
Tulungagung, 14
November 2021.
Komentar
Posting Komentar