DICUMBU CEMAS Bulan berpendar redup di halangi awan tipis di halaman orang duduk terlungkup menatap kosong ke betis ke rerumbunan gelap ke langit Kawan-kawannya dahulu suka berorasi, berteori-teori akhir inisering ponsel mereka bertalu mendengar suara itu-itu menatap layar biru ke bawah Kabar bukan burung lagi cepat serupa kilat setiap saat, tanpa kata istirahat di beranda sosial maya kelewat batas meruap dalam genggaman Dunia bukan main lainnya zaman baru tiada henti merongrong ingatan, melemahkan pikiran orang-orang yang lengang tak terpaut waktu dicumbu cemas Serut, 6-2-22